Desa Ngis, Tempat Budaya Bali Dan Keindahan Alam Berpadu. Dapatkan Info Terbaru Kegiatan Desa, Destinasi Wisata, Dan Potret Kehidupan Warga Kami Di Sini.
VISI
MISI
Hymne
Mars
Pemerintahan
Pemerintahan
SEJARAH
Berdasarkan isi dari Awig-awig Desa Pakraman Ngis yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, bahwa sebelum tahun caka 1068 Desa Pakraman Ngis berupa hutan belantara. Kira-kira tahun caka 1068 ada perintah dari Dalem Gelgel, memerintahkan I Made Pasek Mas keturunan Ki Pasek Agung Gelgel untuk mencari tempat tinggal baru, lalu I Made Pasek Mas mohon restu Dalem dan pamitan untuk pergi meninggalkan Negara Swecapura (Gelgel) menuju ke arah timur laut yang diikuti oleh 40 orang pengiring. Tidak lama dalam perjalanannya sampai di desa Pekarangan, lalu menumpang di rumah I Pasek Pekarangan dan memberitahukan maksud dan tujuan kedatangannya bersama rombongannya atas perintah Dalem untuk mencari tempat tinggal baru.
Besok paginya atas nasihat dan petunjuk I Pasek Pekarangan agar mencari pemukiman ke arah utara. Tidak jauh perjalanannya ditemuilah sebuah sungai yang banyak ditumbuhi tumbuhan sembung sehingga di sekeliling tempat itu dinamai Tukad Sembung. Dari sana I Made Pasek Mas melanjutkan perjalanannya makin ke utara sehingga sampai di hutan yang sangat lebat yang dinamakan Alas Nges ( Hutan Nges ). Dari kata Alas Nges dilihat dari segi gejala bahasa fonem /e / dalam kata Nges mengalami variasi bebas yakni menjadi kata Ngis ( Pemerintah Provinsi TK I Bali, 1996 : 98 ) dengan demikian dari kata alas Nges menjadi alas Ngis. Di alas Nges inilah di bangun sebuah desa yang di beri nama Desa Ngis sampai sekarang diabadikan menjadi nama Desa Pakraman Ngis.
Setelah beliau bersama pengikutnya beristirahat, kemudian melanjutkan perjalanannya untuk merabas hutan dalam hal ini tidak menghitung panas teriknya matahari. Karena hari telah siang, semua pengikut/pengiring merasa lesu dan haus maka I Made Pasek Mas memerintahkan salah satu pengikutnya untuk mencari air minum.
Atas karunia Tuhan, pengiring yang ditugaskan oleh I Made Pasek Mas untuk mencari air menemukan sebuah eresan ( mata air kecil ) yang sangat jernih suci nirmala. Lalu air itu dihaturkan kepada I Made Pasek Mas untuk diberikan kepada pengikutnya. Tempat penemuan air itu dinamakan Yehinem yang artinya air minum. Lalu terus melanjutkan perjalanan ke utara sampai ditemukan mata air di dalam sumur maka di daerah ini disebut daerah sumur dan kemudian di buatkan pelinggih Ida Bhatara Wisnu yang diberi nama Pura Sumuh yang dipuja sampai sekarang. Dari sumuh perjalanannya dilanjutkan terus ke timur sampai di perbatasan Desa Tenganan. Kemudian dari batas Desa Macang terus ke barat hingga sampai di lereng gunung. Di tempat tersebut ditemukan dua buah batu besar yang satu berbentuk kerucut/tumpeng dan yang satu lagi melintang yang dikenal Batu Tumpeng Ngandang yang dipakai sebagai batas dengan Desa Adat Macang. Dari tempat ini terus ke barat lagi menemukan dua buah batu besar yang dipakai batas dengan Desa Adat Sibetan dengan nama Batu Gede ( Watu Gede Roro ). Di tepi barat batu tersebut ada sungai yang airnya sangat jernih, di sana rombongan I Made Pasek Mas beristirahat karena merasa lapar, berkat karunia Ida Sanghyang Widhi Wasa didapatilah hutan pohon ubi yang sangat lebat di sekitar batu itu yang dinamakan Ubi Biaung, lalu ubi itu dimasak kemudian dimakan ternyata ubi tersebut dapat menghilangkan rasa lapar mereka. Atas anugrah Ida Sanghyang Widhi Wasa lalu di bangunlah di sana sebuah pura yang kemudian dinamakan Pura Biaung.
Setelah selesai beristirahat rombongan I Made Pasek Mas kembali melanjutkan perjalanannya hingga sampai di lereng bukit dari sini I Made Pasek Mas melihat jelas wilayah yang dibuatnya bersama pengikutnya dengan merabas hutan. I Made Pasek Mas merasa gembira dan mengeluarkan perkataan dengan menyatakan kemenangan dapat memenuhi tugas yang dibebankan oleh Dalem untuk mencari tempat tinggal baru sambil mesesumbar ngumbal-umbal mengatakan jika tidak selesai merabas hutan untuk bercocok tanam tidak akan mandeg, dan akan berusaha merabas hutan yang demikian lebatnya, karena itu bukit ini dinamakan Bukit Umbal atau Bukit Tumpal sebagai batas dengan Desa Adat Selumbung. Karena segala tujuan telah tercapai maka dibuatlah di sana tempat suci yang disebut Pucak Sari.
Setelah lama melakukan perjalanan merabas hutan, lalu mulailah orang-orang disekitarnya berdatangan untuk menggabungkan diri dengan rombongan I Made Pasek Mas untuk kembali melakukan perjalanan menuju arah selatan. Dalam perjalanan itu ada tumbuhan beracun atau tuba yang dapat menyebabkan keracunan, itu sebabnya wilayah ini disebut Tegal Tuba yang dipakai batas dengan Desa Adat Sengkidu. Dari tempat ini rombongan di bawah pimpinan I Made Pasek Mas kembali ke utara setelah sampai ditengah-tengah, rombongan I Made Pasek Mas membuat kubu-kubu darurat (rerompok ) di tempat ini beliau mengatur rencana perumahan tempat tinggal pengikutnya dengan pengaturan perumahan tiga baris yakni timur, tengah dan barat berbaris dari selatan ke utara. Kepada rombongan yang jumlahnya 55 orang diberi bagian tanah masing-masing lima cutak tiap orang, sebagai tanah ayahan desa. Setiap orang yang mendapat bagian tanah dimaksud menjadi Krama Desa Ngarep sampai sekarang dan sangkep di Bale Agung. Tanah tersebut tidak boleh di jual pada orang lain di luar Desa Adat Ngis, hanya bisa digadaikan untuk keperluan yadnya itupun hanya untuk wilayah Desa Adat Ngis.
Dalam rangka melancarkan segala aktifitas di desa, maka setelah dinyatakan adanya desa pakraman, dibuatlah aturan-aturan yang diantaranya : tanah-tanah bagian itu disertai dengan aturan berupa ayah-ayahan adat seperti urunan, diberikan terutama yang kepada 55 orang itu karena sebagai pengarep ayah. Krama Ngarep itu setiap sebulan sekali yaitu Purnama nemu Kajeng mengadakan pertemuan/pesangkepan temu wirasa bertempat di Bale Agung. Selain itu juga di Desa Pakraman Ngis dibangun setra atau sema sebagai kasukseman hidup sampai mati.
Demikianlah sejarah singkat timbulnya Desa Ngis yang berasal dari kata alas Nges, diabadikan menjadi nama Desa Pakraman Ngis ( Monografi Desa Pakraman Ngis, 2013 : 4-5).
POTENSI DESA
Lihat Lokasi Spesifik Desa Ngis Pada Peta Dan Dapatkan Informasi Terkait Lokasi Strategis Yang Ada Dalam Area Desa.
Utara
Macang
Timur
Tenganan
Selatan
Sengkidu
Barat
Selumbung
Luas Desa
556 M2
Jumlah Penduduk
2.486 Jiwa